pelaku-riba

Siapa Saja Pelaku Riba yang Dilaknat Oleh Allah Swt. ?

Asslmkm. Sahabat pembaca Cek Properti Syariah.

Semoga hari Anda semuanya lancar dan bahagia. Selalu mensyukuri nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah Swt. Apapun kesulitan dan hambatan yang telah dilalui semoga menjadi renungan untuk menjalani hidup dengan Ikhlas.

Mengacu pada artikel sebelumnya, riba termasuk kedalam 7 dosa besar yang dilaknat oleh Allah Swt. Lalu, yang jadi pertanyaannya adalah siapa saja yang termasuk kedalam pelaku riba itu. Silakan disimak dengan baik.

  1. Pemakan Riba : Lembaga Keuangan yang menawarkan Riba [Bank, Asuransi, Leasing, dsb] termasuk karyawan didalamnya.
  2. Penyetor Riba : Nasabah pribadi atau perusahaan yang menggunakan fasilitas hutang dengan akad riba [bunga, denda, dan sita].
  3. Penulis Transaksi Riba : Pencatat transaksi riba baik perorangan atau pun perusahaan [Notaris].
  4. Saksi : Baik perorangan atau perusahaan.

Lalu, apakah Saya sudah terhindar dari pelaku riba ? Jawabannya, Belum. Karena untuk hijrah butuh komitmen dan ketetapan hati yang kuat untuk melepas jeratan riba. Kemudian, apakah Saya menjadi takut karena sudah masuk kategori pelaku riba yang dilaknat oleh Allah Swt. ? Jawabannya, Tidak juga. Alasannya adalah konteks yang bagaimana yang menjadikan kita dilaknat. Jika kasusnya adalah karena terpaksa dan tidak merasa nyaman, Saya berpendapat masih dimaklumkan selama ada keinginan untuk berhijrah. Jika kasusnya karena mencari keuntungan dan menjerat harta orang lain barulah kita harus takut akan ancaman yang Allah berikan. Berikutnya, Saya termasuk kedalam pelaku riba yang mana ? Jawabannya, Saya termasuk poin yang ke-2. Dengan fokus ke bunga. Karena secara jujur, Saya menggunakan rekening bank konvensional yang menerapkan bunga. Mau tidak mau saya sudah terjerat dengan sistemnya.

Ini pendapat Saya. Sekarang saatnya Anda yang bertanya pada diri Anda sendiri. Berapa jumlah tindakan Anda yang telah memakmurkan riba ? Kenapa Anda melakukan hal tersebut ? apakah karena gengsi atau terpaksa ? jawab dengan sejujur – jujurnya. Semoga Anda menjawab terpaksa, right ? Agar proses hijrah kita ke arah yang lebih baik tidak terlalu berat.

Utamakanlah ikhtiar dan berdoa agar Kita bisa segera terlepas dari jeratan riba yang bila dibiarkan akan lebih berbahaya untuk anak cucu Kita kelak. Maka dari itu, Sederhanakan Hidup, Hilangkan Gengsi.

Semoga artikel ini bermanfaat. Dan jangan lupa SHARE kepada rekan atau keluarga Anda.

Perangi Riba. Makmurkan Syariah.

Wassalam. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *